Perkembangan Bahan Material Body Jam Tangan

Perkembangan Bahan Material Body Jam Tangan

Selama berabad-abad, pembuat jam secara eksklusif menggunakan logam mulia seperti emas, perak, dan platinum untuk membuat case jam tangan. Hal ini dikarenakan logam mulia tersebut memang sudah tersedia sejak ratusan tahun lalu. Penggunaan emas, perak, dan platinum juga mencerminkan ikatan orisinil antara industri pembuatan jam tangan dengan perhiasan. Baru kemudian pada abad ke-20, emas mulai kehilangan posisinya sebagai material case jam tangan yang paling umum digunakan.

Transformasi proses pembuatan jam tangan menjadi sebuah bentuk seni yang unik, disertai dengan perkembangan industri lain seperti medis, aerospace, dan otomotif, turut melahirkan berbagai perubahan. Material yang dahulu terkesan asing menjadi semakin umum digunakan, suatu hal yang berimbas pada peningkatan semangat pembuat jam untuk bereksperimen. Salah satu material yang tiba-tiba mencuat ke permukaan pada tahun 1930-an adalah stainless steel. Tanpa menunggu waktu lama, material ini segera menggantikan posisi emas sebagai logam paling popular dalam pembuatan case jam tangan. Stainless steel dianggap sebagai material case yang unggul karena lebih terjangkau, ringan, serta tahan terhadap korosi. Meski demikian, emas tetap memiliki tempat tersendiri dalam seni pembuatan jam, terutama dari segi estetika. Emas terbukti tetap populer berkat rona kuning kemerahannya yang indah.

Selama paruh kedua abad 20 dan awal abad 21, material case terus mengalami perkembangan, bahkan lebih pesat dibanding sebelumnya. Pada tahun 1970-an, pembuat jam mulai menggunakan titanium. Meskipun lebih ringan dan tahan lama dibanding stainless steel, harganya terbilang jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, pembuat jam terus mencari alternatif material case selain logam. Di samping meningkatkan daya tahan keseluruhan, material-material baru tersebut juga mampu mengurangi gesekan dengan bagian logam lain. Di luar dugaan banyak orang, perunggu ternyata merupakan material yang relatif baru dalam pembuatan jam tangan, disusul oleh keramik. Melalui artikel ini, Anda akan memperoleh informasi lebih jauh mengenai jenis-jenis material case, penggunaanya, serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis.


EMAS

Meskipun tidak lagi menjadi material yang paling populer, emas akan selamanya memiliki tempat dalam industri pembuatan jam tangan. Ketika berbicara tentang dress watches atau high-end luxury watches, tidak ada material lain yang dapat mengalahkan emas. Selain variasi warna kuning kemerahan yang unik, nilai yang melekat pada emas memberinya kesan tertentu. Apabila Anda mencari bentuk investasi yang tak lekang oleh waktu, maka jam tangan dengan case terbuat dari emas dapat menjadi pilihan terbaik. Beberapa model yang menjadi favorit kami di antaranya Rolex President, Patek Philippe Calatrava, dan IWC Portuguese.


PLATINUM

Case yang terbuat dari platinum berhasil membawa jam tangan mewah ke level yang lebih tinggi. Selain menjadi logam yang paling mahal, platinum juga cukup berat. Sebagai gantinya, platinum memiliki daya tahan yang panjang serta anti gores. Pembuat jam cenderung menggunakan platinum seperlunya dikarenakan proses pengerjaan yang cukup sulit. Namun demikian, beberapa merek ternama akan selalu menyertakan jam tangan dengan case platinum dalam katalog mereka. The Jaeger-LeCoultre Master Control Calendar dan A. Lange & Söhne 1 Time Zone menjadi dua model jam tangan dengan case platinum yang sangat spesial.


STAINLESS STEEL

Stainless steel menjadi material case yang paling umum karena berbagai alasan. Bagi pembuat jam, stainless steel mudah diperoleh, tidak “rewel” selama proses pengerjaan, serta efektif dari segi biaya. Sementara untuk kolektor, stainless steel memiliki harga yang terjangkau, bersifat hypoallergenic (relatif tidak menyebabkan alergi), dan tahan lama. Sebagian besar produsen menggunakan stainless steel 316L untuk konstruksi case jam tangan. Sementara Rolex memiliki varian stainless steel sendiri yakni 904L, yang memiliki kelebihan dari segi anti gores dan resistensi terhadap korosi. Stainless steel menjadi material case yang sempurna untuk tool watches dan sport watches yang membutuhkan konstruksi kasar. Koleksi The Rolex Explorer merupakan contoh sempurna yang memamerkan iterasi merek sendiri dari logam populer. Untuk model jam tangan dengan case yang terbuat dari material stainless steel, kami juga menyukai OMEGA Seamaster, TAG Heuer Carrera, dan Breitling Transocean.


TITANIUM

Mirip dengan stainless steel, titanium sangat cocok untuk tool watches dan sport watches. Material ini menawarkan komposisi lebih keras yang memberikan daya tahan lebih kuat dengan bobot lebih ringan. Ketika melakukan aktivitas di mana Anda tidak menghendaki adanya hambatan, jam tangan dengan case terbuat dari titanium dapat menjadi pilihan yang tepat. Meski harganya lebih mahal dibanding case dari stainless steel, terdapat banyak model yang dapat Anda pilih seperti Tudor Pelagos, Hublot Classic Fusion, dan Breitling Emergency.


LAPISAN PVD ATAU DLC

Physical Vapor Deposition (PVD) dan Diamond-like Carbon (DLC) merupakan dua jenis lapisan yang biasa digunakan oleh pembuat jam untuk diaplikasikan pada logam. Mereka akan menggunakan proses kimia tertentu untuk mengikat kedua bahan ini ke case logam. Hasilnya terbilang fungsional sekaligus memiliki nilai estetika tinggi. Kedua lapisan melebur membentuk case yang lebih keras dan tahan lama, termasuk peningkatan dari segi resistensi terhadap goresan serta kemunduran kualitas akibat termakan usia. Tidak hanya itu, material jenis ini juga memberikan warna hitam yang unik serta kesan ramping bagi case. Merek seperti Chopard, Panerai, dan Ulysse Nardin telah memberikan pembaruan modern untuk model klasik mereka dengan lapisan PVD dan DLC sebagai material case.


PERUNGGU

Perunggu sangat rentan terhadap korosi, sehingga material ini sempat diabaikan oleh pembuat jam selama beberapa dekade. Namun kini, perunggu justru menjadi populer berkat alasan yang sama. Pecinta jam tangan pada era sekarang justru menganggap patina yang dilahirkan secara natural oleh perunggu seiring berjalannya waktu, sebagai sesuatu yang tidak perlu dihindari atau dipandang negatif. Merek seperti IWC, Tudor, dan Zenith juga tidak mau ketinggalan untuk ikut “terjun” dalam tren ini.


KERAMIK

Keramik termasuk material yang relatif baru dalam industri pembuatan jam tangan. Dari perspektif teknis, material ini sangat ringan dan tahan gores. Keramik juga menawarkan manfaat estetika, seperti kemampuannya untuk diproduksi dalam beragam pilihan warna. Namun demikian, keramik juga memiliki beberapa kelemahan, seperti tidak efektif dari segi biaya, serta yang paling penting adalah dapat menjadi rapuh dan mudah pecah apabila terjatuh. Banyak merek jam tangan ternama saat ini yang bereksperimen dengan keramik sebagai material case seperti Hublot, OMEGA, dan TAG Heuer.