Sudut Pandang Teknikal Kaca Cyclops Rolex
24/01/2021
Tidak hanya sekadar kaca pembesar, lensa Cyclops telah menjadi ciri khas dari hampir seluruh jam tangan Rolex yang dilengkapi dengan tanggal.
Terlepas dari apakah Anda menyukai keberadaannya atau tidak, lensa Cyclops telah menjadi fitur khas dari Rolex. Diciptakan dengan fungsi yang bermanfaat, inovasi ini dirancang untuk memperbesar tampilan tanggal pada jam tangan Rolex - Rolex Datejust dengan jendela tanggal yang diperkenalkan pada tahun 1945. Diambil dari nama raksasa bermata satu dalam mitologi Yunani, nama Cyclops dipatenkan oleh Rolex pada awal tahun 1950-an dan diperkenalkan pada tahun 1953 melalui Datejust.
Mengapa Cyclops diciptakan? Beberapa sumber menyatakan bahwa Hans Wilsdorf mendedikasikan karyanya ini untuk membantu sang istri yang mengalami kesulitan dalam membaca tanggal pada jam tangannya – Catatan tambahan dari editor: Yang kami maksud adalah istri keduanya, Betty Wilsdorf-Mettler, karena istri pertamanya, May Wilsdorf-Crotty, telah meninggal pada tahun 1944 di usia 62 tahun (informasi yang tidak dikonfirmasi oleh Rolex).
Melalui surat yang ditulis pada Februari 1953, Wilsdorf menyampaikan, “Saya yakin bahwa case tropis baru dengan crystal anyar serta pembesaran optik akan memberikan kita sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya.” Mengingat keyakinan ini, Rolex mengeluarkan rilis yang dipublikasikan di media pada tahun 1955 untuk melindungi inovasi tersebut, serta menyatakan bahwa crystal jam tangan dengan lensa pembesar berbentuk khusus merupakan hak ekslusif Rolex yang dilindungi di Swiss maupun negara lain. Rolex juga ingin menegaskan bahwa mereka tidak ragu untuk menindak hukum segala bentuk pemalsuan.
Penggunaan Cyclops segera diperluas ke semua model Oyster dengan tampilan tanggal. GMT Master dan Day-Date juga dilengkapi dengan Cyclops dalam peluncurannya pada tahun 1955 dan 1956. Satu-satunya pengecualian adalah model Deepsea, dikarenakan alasan teknis terkait dengan bentuk dan ketebalan crystal.
Awalnya lensa Cyclops dan crystal merupakan satu bagian yang dibentuk dari Plexiglas. Baru kemudian pada tahun 1970-an, pembuat jam mulai melengkapi jam tangan dengan safir anti gores. Crystal safir pertama kali digunakan dengan referensi 5100 (OysterQuartz) pada awal tahun 1970-an sebelum secara progresif menyebar ke seluruh jajaran merek. Cyclops kemudian berevolusi menjadi sepotong safir tambahan, yang diproduksi secara terpisah dan dilekatkan pada crystal. Sejak 2005, Cyclops juga memiliki lapisan anti-reflektif dua sisi untuk menghindari kesilauan. Akan tetapi, timbul kontroversi di antara penggemar berat Rolex mengenai keterangan pembesaran 2.5x yang dicantumkan Rolex pada website resmi mereka.
Fungsi pembesaran Cyclops baru benar-benar dapat diterima seiring dengan pertambahan usia pemakainya. Besarnya jumlah penggemar efek “lubang hitam” di sekitar tanggal juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Namun demikian, Cyclops juga tidak luput dari kelemahan. Pihak yang kontra mengeluhkan bentuk gelembung di atas permukaan datar, dengan alasan bahwa hal tersebut mengganggu keselarasan desain jam tangan secara keseluruhan. Lensa yang sedikit terangkat juga dianggap dapat meningkatkan risiko mudah tergores.
Dengan Cyclops atau tanpa Cyclops? Subjek ini ternyata masih sering diperdebatkan secara sengit - fakta yang menunjukkan bahwa Rolex memang layak menyandang predikat sebagai merek spesial. Contohnya ketika Sea-Dweller dilengkapi dengan Cyclops untuk pertama kalinya pada tahun 2017. Hal ini memicu kontroversi besar di antara penggemar Rolex sekaligus menjadi salah satu topik yang paling diperdebatkan di Baselworld pada tahun yang sama. Bagaimana tidak? Selama 50 tahun, crystal yang jernih telah menjadi ciri khas Sea-Dweller. Pihak Rolex kemudian menjelaskan bahwa Sea-Dweller sebelumnya tidak dilengkapi dengan Cyclops dikarenakan alasan teknis (berkenaan dengan bentuk kubah crystal dan masalah tekanan tinggi pada jam tangan ketika berada pada kedalaman ekstrem). “Namun ketika kini Sea-Dweller sudah bisa dilengkapi dengan kaca pembesar, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, Cyclops merupakan elemen istimewa dari semua jam tangan kami yang memiliki jendela tanggal.”
Saat ini, satu-satunya jam tangan Rolex yang memiliki jendela tanggal namun tidak dilengkapi dengan lensa Cyclops adalah Deepsea. Mengingat ketahanannya yang mencapai kedalaman 3,900 meter serta crystal ultra tebal di bagian atasnya, mustahil untuk menambahkan kaca pembesar di atas tampilan tanggal, kecuali Rolex akhirnya mampu menemukan solusi sehingga jam tangan ini dapat memiliki fitur yang sama dengan koleksi lain.
Banyak kisah pecinta jam tangan yang menghilangkan Cyclops dari jam tangan Rolex mereka (sesuatu yang sangat tidak kami sarankan) maupun yang justru menambahkan Cyclops. Namun di luar itu semua, tidak dapat dipungkiri bahwa Cyclops menjadi salah satu fitur yang telah melekat erat pada Rolex (bahkan ketika beberapa pesaingnya pernah atau masih turut menggunakannya seperti Seiko, TAG Heuer, dan Cartier). Ketika Anda memikirkan Cyclops, maka Anda akan secara otomatis mengingat Rolex. Datejust juga tidak akan bisa disebut sebagai Datejust tanpa Cyclops.