Mengenal Lebih Jauh Mengenai Oysterflex

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Oysterflex

Rolex telah menjadi pemimpin dalam industri jam tangan sejak awal pendiriannya. Salah satu pencapaian awal mereka terjadi pada tahun 1910. Pada tahun tersebut, mereka menciptakan jam tangan pertama yang berhasil memperoleh sertifikasi kronometer. Sejak saat itu, prestasi Rolex terus berkembang melampaui penghargaan industri menuju ke ranah inovasi inovatif. Kini mereka telah membangun reputasi untuk pengembangan material eksklusif bagi merek mereka. Salah satunya dengan memperkenalkan material baru bernama Oysterflex pada tahun 2015.


KONTEKS SEJARAH: PERINTIS JALAN MENUJU OYSTERFLEX

Sejak awal, pembuat jam telah menawarkan dua opsi tali standar: gelang kulit dan gelang logam. Akan tetapi baru akhir-akhir ini beberapa produsen mulai bereksperimen dengan menggunakan material baru untuk gelang jam tangan. Hal ini berawal dari perubahan besar dalam industri. Tahun 1970-an menandai kelahiran kategori jam tangan baru: jam tangan sport mewah. Model yang mengukuhkan jenis jam tangan baru ini adalah Audemars Piguet Royal Oak karya Gérald Genta yang memiliki gelang logam standar. Namun demikian, konsep dari jam tangan sport mewah memperkenalkan ide baru pada industri, ide yang mengaburkan batasan antara dress watch dan tool watch.

Satu dekade kemudian, Hublot mengembangkan konsep jam tangan sport mewah menjadi selangkah lebih maju. Setelah melalui proses penelitian dan pengembangan selama tiga tahun, mereka merilis jam tangan pertama dengan rubber strap. Hingga kini, rubber strap menjadi identitas dari Hublot, sekaligus menjadi jenis tali jam tangan yang normal digunakan oleh produsen lain. Meski demikian, tidak semua pembuat jam dapat dengan mudah mengadopsi gagasan avant-garde semacam ini. Rolex, merek yang sangat terpaku pada tradisi, termasuk di antara golongan yang menentang tren tersebut. Tiga puluh tahun kemudian, akhirnya Rolex menyerah. Namun sesuai gaya khas merek tersebut, mereka menyerah dengan cara mereka sendiri. Karet standar tidaklah cukup. Mereka harus menaikkan standar dengan memperkenalkan material milik mereka sendiri: Oysterflex.


BASELWORLD 2015: DEBUT OYSTERFLEX

Rolex meluncurkan model pertama mereka dengan fitur tali gaya karet pada Baselworld di tahun 2015. Untuk kesempatan tersebut, pilihan mereka jatuh pada Yacht-Master. Pertama-tama, mari kita luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan model pilihan mereka. Keluarga Yacht-Master menggabungkan bentuk dan fungsi. Meskipun tidak sekuat Submariner, Yacht-Master memiliki kemampuan tahan air yang serupa, serta bezel yang dapat berputar dua arah. Berbeda dengan fitur teknisnya, Yacht-Master menggabungkan logam mulia seperti platinum dan emas dengan stainless steel. Penggabungan ini pada akhirnya meningkatkan aspek kemewahan dari tampilan maupun rasanya. Dengan keseimbangan desain dan estetika tersebut, Yacht-Master memiliki esensi sebagai jam tangan sport mewah. Dengan demikian, tampaknya Rolex melakukan pemilihan model yang cermat dan bijaksana dalam meluncurkan tali karet pertama mereka.

Melalui debut Oysterflex, Rolex semakin mendorong kemewahan dan fungsionalitas ke batas yang lebih jauh, yakni dengan mempertahankan resistensi mereka terhadap air hingga kedalaman 100 meter. Sementara untuk bezel, mereka memilih Cerachrom hitam matte dan Everose untuk case. Namun tetap, fitur yang paling luar biasa adalah tali Oysterflex yang baru.

Rolex telah berhasil menggabungkan karakteristik terbaik dari tali karet dan gelang tradisional sehingga mampu memberikan kenyamanan melalui sifat hypoallergenic dari tali karet dan bentuk retensi serta daya tahan dari gelang logam. Untuk mencapai hal ini, Rolex membungkus sisipan yang terbuat dari titanium dan paduan nikel dengan elastomer (kombinasi dari elastic dan polymer, atau yang dapat disederhanakan menjadi karet). Sisipan logam tidak hanya bermanfaat untuk membantu menghubungan clasp, tali, dan case dengan aman. Penempatan strategis juga membantu tali untuk membentuk secara alami mengikuti lengkungan pergelangan tangan. Hal ini menciptakan kenyamanan dan stabilitas optimal selama pemakaian. Hasilnya cukup teknis, sementara peningkatan daya tahan pemakaian pada gilirannya mampu meningkatkan aspek kemewahan. Sekali lagi, Rolex benar-benar mewujudkan roh dari jam tangan sport mewah dengan cara unik mereka sendiri.


MELAMPAUI YACHT-MASTER: EVOLUSI OYSTERFLEX DALAM KATALOG ROLEX

Setelah keberhasilan Yacht-Master, Rolex memperkenalkan Oysterflex ke jalur lain dua tahun kemudian. Melalui Baselworld pada tahun 2017, Rolex mengganti tali kulit koleksi Daytona dengan Oysterflex. Selain itu, Rolex juga menambahkan tiga variasi logam mulia: emas putih, emas kuning, dan everose. Kombinasi logam mulia tersebut dengan Oysterflex tampaknya menjadi keseimbangan yang diinginkan oleh Rolex. Sampai saat ini, mereka belum memasangkan tali Oysterflex dengan model stainless steel. Namun demikian, menarik untuk melihat bagaimana implementasi material tersebut akan berkembang pada tahun-tahun mendatang.